Assalamualaykum wr. wb.
Sabtu kemaren aku ikut Dauroh di gedung TC baru. Blog ini kalo dibaca cah-cah pasti mereka semua kaget, mungkin ada yang muntah-muntah malah. Karena sebelumnya aku paling males kalo diajakin ikut kegiatan-kegiatan seperti ini. Tapi sejak diterima di ITS ini pandanganku dan konsep berpikirkuterhadap Islam seketika berubah. Singkat kata aku jadi ingin lebih banyak menggali lebih dalam semua hal tentang Islam. Nah, akhirnya setiap ada kajian aku berusaha untuk mengikutinya.
Pada kajian kali ini, begitu masuk, oleh Pak Imam yang salah satu dosen TC menyajikan video streaming yang menceritakan tentang acara bedah buku "Ada Permutadan di IAIN" (lebih tepatnya disebut debat sebenarnya). Videonya sangat menarik, dimulai dari si penulis buku melontarkan argumen dan alasan-alasannya dibalik peluncuran buku tersebut. Pak Hartono selaku penulis buku itu menganggap bahwa kurikulum yang ada di IAIN sudah menyimpang dari tata cara Islam yang berujung pada permurtadan. Selain itu beliau juga menyoroti tentang kegiatan OSPEK / pengkaderan yang trjadi di kampus IAIN. Dimana ada seorang mahasiswa senior meneriakkan kata-kata "anjnghu akbar" (astaghfirullah...) di depan para juniornya.
Seketika itu juga langsung dibalas dengan argumen-argumen, sanggahan-sanggahan dari salah seorang dosen dari IAIN tersebut. Acara berlangsung cukup panas dimana saling tuding, saling pojok-memojokkan terjadi. Hal ini ditambah dengan beberapa provokasi yang dilakukan oleh penonton yang merupakan mahasiswa juga terhadap setiap argumen yang muncul.
Sedang asyik-asyiknya, alias seru-serunya video malah dimatikan (YAAAHH...). Ternyata ustad yang akan memberikan ceramah sudah datang.
Beliau (saya lupa namanya ^^) membahas tentang "Perbedaan dalam Beragama dan Sebab-Sebab Perpecahan Umat". Beliau mencuplik sabda Rasul bahwa kelak dikemudian hari, umat Islam yang awal mulanya satu (umat Islam jaman Rasulullah) akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga warna. Dimana hanya ada satu warna atau golongan yang akan masuk Surga, sedangkan sisanya tujuh puluh dua golongan akan masuk neraka. Sebab-sebab perpecahan itu adalah telah hilangnya ilmu dari dalam diri umat Islam. Umat Islam sudah tidak lagi peduli tentang ilmu-ilmu keIslaman yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan menggantinya dengan hasil pemikiran mereka sendiri yang serasa logis bagi mereka. Sebab yang kedua adalah adanya takhlid atau fanatisme. Maksudnya adalah kebanyakan umat Islam saat ini dalam bertindak hanya mengekor pada apa tindakan kebanyakan masyarakat dan bukannya menilik dari Al-Quran atau Al-Hadis. Bahkan mungkin mereka berIslam-pun hanya mengekor saja dari orang tua mereka. Hal inilah yang berbahaya, karena hanya mengekor dan tidak mendalami makna Islam itu sendiri, iman mereka akan mudah runtuh hanya dengan digoyang sedikit saja.
Mmmhh...sebenarnya banyak yang mau saya ceritakan, namun apa daya uang tinggal sedikit (lagi posting di warnet) akan saya teruskan di lain waktu saja...InsyaAlllah...
Rabu, 19 Maret 2008
Langganan:
Postingan (Atom)